Kabanjahe, Karo – Suasana haru menyelimuti Jambur Adil Makmur, Kabanjahe, Selasa (21/10), ketika ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir dalam acara adat dukacita atas kepergian Ketua LSM ABRI Kabupaten Karo, Roy Barus. Di antara para pelayat tampak hadir Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., yang datang bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Tanah Karo. Kehadiran AKBP Eko Yulianto bukan hanya sebagai pimpinan institusi keamanan, tetapi sebagai bentuk penghormatan dan empati kepada almarhum yang dikenal luas sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Roy Barus semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan menjalin hubungan harmonis dengan berbagai unsur, termasuk kepolisian. Melalui kiprahnya sebagai Ketua LSM ABRI Kabupaten Karo, ia banyak terlibat dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta aktif dalam menjembatani aspirasi warga kepada pihak berwenang. Salah satu nilai penting yang dijaga almarhum adalah semangat kolaborasi antara masyarakat sipil dengan negara, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan damai.
Dalam sambutannya, Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, sembari mengenang sosok almarhum sebagai mitra strategis kepolisian yang tulus dan penuh semangat dalam membangun Kabupaten Karo. “Atas nama keluarga besar Polres Tanah Karo, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Roy Barus. Beliau dikenal sebagai sosok yang peduli dan berperan aktif dalam menjaga ketertiban serta menjalin sinergi dengan petugas kepolisian melalui LSM. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Kapolres kepada awak media usai memberikan penghormatan terakhir di Jambur Adil Makmur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan Kapolres ini menggambarkan bagaimana posisi almarhum di mata aparat keamanan. Tidak sekadar sebagai aktivis LSM, tetapi juga sebagai sahabat dialog dan mitra kerja yang mengedepankan semangat membangun, bukan menghakimi. Hal ini turut dirasakan oleh rekan-rekan almarhum dari LSM dan masyarakat luas, yang merasa kehilangan atas sosok pemersatu yang dalam berbagai kesempatan senantiasa menyerukan pentingnya solidaritas sosial dan semangat kebersamaan.
Berlangsung dengan khidmat dan nuansa kekeluargaan yang mendalam, acara adat dukacita ini juga menjadi momentum bagi berbagai kalangan masyarakat dan unsur pemerintahan untuk merenungkan peran sosial individu dalam memperkuat kohesi komunitas. Sejumlah tokoh didampingi oleh unsur LSM serta pemuda adat Karo terlihat hadir dan mengekspresikan rasa kehilangan mereka terhadap Roy Barus, yang dikenal selalu konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Pihak keluarga besar almarhum dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM ABRI Kabupaten Karo turut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran pihak kepolisian, utamanya Kapolres Tanah Karo beserta jajaran. Kehadiran tersebut dinilai sebagai simbol kedekatan emosional antara aparat dan warga, yang selama ini dibangun di atas dasar kesalingpengertian dan saling menghargai. “Kehadiran Bapak Kapolres merupakan bentuk penghormatan yang sangat berarti bagi kami. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan,” ujar Niko Ginting, salah satu rekan almarhum yang juga dikenal sebagai awak media lokal.
Dalam panorama sosial Kabupaten Karo yang masih menghadapi berbagai tantangan, kehilangan figur seperti Roy Barus tentu merupakan pukulan berat bagi komunitas yang selama ini menggantungkan harapan pada kolaborasi masyarakat sipil dengan lembaga-lembaga formal. Namun, warisan pemikiran dan aksi sosial yang ditinggalkan almarhum diharapkan dapat terus hidup dan menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan perjuangan dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan.
Acara adat yang berlangsung sepanjang hari tersebut ditutup dengan upacara penghormatan secara adat Karo, yang sekaligus menjadi simbol pelepasan bagi almarhum menuju peristirahatan terakhir. Dengan kehadiran para tokoh, keluarga, sahabat, dan aparat penegak hukum, suasana penuh haru namun bermartabat pun menjadi pengingat akan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang terus berkembang.
(CITRA)


































