Simalungun Baranewssumut.online
Maraknya aktivitas perjudian jenis togel (Toto Gelap) di wilayah Simalungun Atas kian menjadi sorotan publik. Empat kecamatan yakni Purba, Silimakuta, Pematang Silimahuta, dan Dolok Silau disebut-sebut menjadi lokasi beroperasinya jaringan perjudian yang semakin terbuka. Berdasarkan pantauan tim awak media pada sabtu 21 Februari 2026, aktivitas perjudian tersebut masih berlangsung tanpa hambatan berarti dan dinilai seakan luput dari perhatian aparat penegak hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daerah yang kini menghadapi persoalan sosial serius akibat praktik perjudian ini. Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas togel tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan, diduga telah terbentuk jaringan terorganisir dengan koordinator lapangan di masing-masing kecamatan, sehingga operasionalnya berjalan sistematis dan rapi.
Sebelumnya, pada rabu 04 Februari 2026, Kapolres Simalungun Marganda Aritonang dengan tegas menyatakan tidak akan memberi ruang terhadap segala bentuk praktik perjudian. Ia juga mengumumkan pembentukan tim khusus untuk memerangi penyakit masyarakat tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, praktik perjudian togel disebut masih terus berlangsung di wilayah hukum Polres Simalungun.
Keresahan masyarakat pun semakin meningkat. Warga di sekitar lokasi aktivitas perjudian mengaku khawatir terhadap dampak sosial yang ditimbulkan. Kaum ibu-ibu menjadi pihak yang paling vokal menyuarakan kegelisahan mereka. “Aktivitas judi togel sudah cukup lama beroperasi di lingkungan kami, Pak. Jika dibiarkan dan tidak ada tindakan tegas kepolisian, takutnya semakin banyak orang berjudi, bisa-bisa anak kami pun ikut terpengaruh,” ujar seorang ibu rumah tangga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Beberapa titik yang disebut sebagai lokasi aktivitas perjudian antara lain di Kecamatan Purba tepatnya di Purba Tongah; Kecamatan Silimakuta meliputi Seribu Dolok, Naga Bosar, dan Mardinding; Kecamatan Pematang Silimahuta di wilayah Tiga Raja, Naga Saribu, Rakut Bosi, dan Seribu Jandi; serta Kecamatan Dolok Silau di Panribuan. Warga menilai keberadaan aktivitas tersebut telah mengganggu ketenteraman dan berpotensi memicu tindak kriminal lainnya apabila tidak segera ditindak.
Sorotan publik kini tertuju pada langkah konkret tim khusus yang telah dibentuk Kapolres. Masyarakat menunggu bukti nyata komitmen pemberantasan perjudian, bukan sekadar pernyataan sikap. Penyisiran menyeluruh di lokasi-lokasi yang telah lama dikeluhkan warga diharapkan segera dilakukan guna memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga menilai bahwa implementasi komitmen harus diwujudkan dalam tindakan tegas terhadap para bandar maupun koordinator lapangan. Ketegasan aparat dinilai penting agar tidak muncul kesan pembiaran. Warga berharap aparat kepolisian dapat hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat sesuai tugas dan fungsinya.
Terpisah, Minggu 22 Februari 2026 awak media media ini telah mengkonfirmasi maraknya aktivitas judi togel tersebut kepada Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Herison Manulang, SH tentang marak perjudian togel melalui WhatsApp,” trims infonya akan dilidik” jawab Kasat reskrim singkat sementara Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang diam membisu. Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas demi menjaga ketertiban dan masa depan generasi muda di Simalungun.
(Harianto Siahaan)


































