KARO — Upaya menggali potensi seni tarik suara di kalangan generasi muda Tanah Karo kembali mendapat sorotan pada gelaran Golden Voice of Karo, ajang pencarian bakat yang digagas oleh Renjana Production bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo. Kompetisi ini hadir sebagai ruang ekspresi bagi masyarakat Karo yang dikenal luas memiliki kecintaan besar terhadap kegiatan bernyanyi dan memiliki kekayaan musikalitas yang khas.
Digelar melalui serangkaian audisi di sejumlah daerah seperti Tiga Binanga, Medan, Binjai, dan Kabanjahe, kompetisi ini berhasil menjaring 102 peserta dari berbagai penjuru Sumatera Utara. Dari proses awal seleksi itu, sebanyak 50 peserta melaju ke babak penyisihan pertama yang dilangsungkan pada 12 Oktober 2025 di Jambur Rumah Dinas Bupati Karo.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil dari penyisihan pertama menelurkan 30 finalis terpilih yang selanjutnya disaring kembali dalam babak penyisihan kedua pada 20 Oktober 2025 di Hotel Sibayak Internasional Berastagi. Proses seleksi ini melibatkan tokoh-tokoh yang telah berkiprah lama di jalur musik Karo dan nasional, yakni Sudarto Sitepu (produser dan pencipta lagu), Anton Sitepu, S.Sn., M.Sn. (akademisi), dan Siska Ferianita Br Sembiring, S.Sos. (instruktur vokal). Dari proses tersebut, terbentuklah jajaran Top 12 Grand Final Golden Voice of Karo.
Finalis berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan sekitarnya, menunjukkan bahwa minat dan bakat di dunia tarik suara Karo merata dan kuat di kalangan anak muda. Mereka adalah:
- Rasyit Andrianus Ginting (Tiga Binanga)
- Andreas Siregar (Lau Baleng)
- Netania Priscilla Br Ginting (Kabanjahe)
- Aurelia Natasya Br Sitepu (Kuala – Langkat)
- Billy Dosiva Robertus Sitepu (Aji Julu)
- Febriona Br Ginting (Salapian – Langkat)
- Yesi Br Rumapea (Berastagi)
- Claricha Febriona Wijaya Br Sinulingga (Berastagi)
- Jerry Ananta Sembiring (Serbajadi – Langkat)
- Leonard Perangin-angin (Medan)
- Artha Nada Br Silalahi (Kabanjahe)
- Yoaneta Br Manullang (Berastagi)
Momentum puncak gelaran berlangsung pada Sabtu malam, 1 November 2025, di Mikie Star Theater Berastagi. Para finalis menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan lima dewan juri, yakni Sudarto Sitepu, Anton Sitepu, Siska Ferianita Br Sembiring, musisi nasional Jefri Wowuruntu, dan penyanyi papan atas Once Mekel.

Penampilan para finalis tidak hanya dinilai dari kemampuan vokal, tetapi juga dari aspek teknik, eksplorasi musikal, dan kedalaman penjiwaan dalam membawakan lagu. Di akhir malam penentuan, dewan juri menetapkan tiga besar terbaik, yakni:
- Juara 1: Jerry Ananta Sembiring (Serbajadi – Langkat)
- Juara 2: Yesi Br Rumapea (Berastagi)
- Juara 3: Yoaneta Br Manullang (Berastagi)
Sementara gelar Finalis Terfavorit jatuh kepada Netania Priscilla Br Ginting asal Kabanjahe, yang dinilai mampu memikat perhatian publik sejak tahapan awal kompetisi.
Kepada para pemenang yang berhasil menempati posisi tiga besar, panitia memberikan apresiasi dalam bentuk satu unit sepeda motor untuk masing-masing sebagai dukungan nyata dalam menunjang aktivitas dan mobilitas para penyanyi muda tersebut. Selain menjadi bentuk pengakuan terhadap talenta mereka, hadiah ini juga diharapkan memotivasi kalangan muda lainnya untuk berani menunjukkan kemampuan di bidang seni.
Acara Grand Final turut diwarnai penampilan dari sejumlah artis Karo dan musisi nasional. Iche Br Ginting, Usman Ginting, dan Narta Siregar turut ambil bagian menyemarakkan suasana final. Sebagai kejutan sekaligus kehormatan, dua nama besar dari industri musik Indonesia, Ruth Sahanaya dan Once Mekel, tampil membawakan lagu-lagu andalan dan memberikan inspirasi langsung bagi para peserta.
Kehadiran musisi nasional itu menunjukkan keterbukaan antara budaya lokal dan arus musik nasional, sekaligus mengokohkan posisi Golden Voice of Karo sebagai salah satu etalase penting dalam peta talenta vokal Indonesia dari daerah.
Ajang ini diharapkan menjadi langkah awal bagi finalis dan para peserta lainnya untuk terus berkembang, tak hanya di kancah musik Karo, tetapi juga dalam meniti karier profesional di dunia tarik suara tanah air. Lebih dari sekadar lomba menyanyi, Golden Voice of Karo menunjukkan bahwa pembangunan kebudayaan dapat dimulai dari apresiasi terhadap karya dan suara muda yang hadir dari akar rumput.
Editor: Citra SP


































