BaraNews.Com -Pekanbaru Di tengah berbagai stigma dan cerita seram yang kerap melekat pada lembaga pemasyarakatan, Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru terus menunjukkan transformasi nyata sebagai tempat pembinaan yang humanis, aman, dan produktif.
Melalui beragam program pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten, Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen membekali warga binaan dengan keterampilan dan penguatan mental spiritual sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat. Program kemandirian yang dijalankan antara lain pelatihan pembuatan roti, keterampilan menjahit, hingga berbagai kegiatan pembinaan kepribadian dan kerohanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lapas menyampaikan bahwa pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada proses pemulihan dan pembentukan karakter warga binaan.
“Pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi tempat membangun kembali harapan. Kami berupaya memastikan setiap warga binaan memiliki bekal keterampilan, rasa percaya diri, serta kesiapan mental untuk reintegrasi sosial,” ujarnya.
Seluruh program tersebut sejalan dengan kebijakan dan semangat yang diusung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, pemulihan, dan reintegrasi sosial.
Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan, Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru terus berupaya menghapus stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan.
Warga binaan tidak hanya dibina untuk menjalani masa pidana, tetapi juga dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri saat kembali ke masyarakat.
Semangat “Guard and Guide” menjadi pengingat bahwa dalam pemasyarakatan, petugas tidak hanya menjaga, tetapi juga membimbing menuju perubahan yang lebih baik, Ujarnya.
(***)


































