Baranews.com | Tanah Karo – Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar pelatihan jurnalistik bagi insan pers yang menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (16/11/2025) di Aula Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, dan diikuti oleh sekitar 75 wartawan dari berbagai media lokal dan regional.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah dengan media melalui peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Karo memandang kehadiran pers bukan sekadar pelengkap dalam proses pembangunan, melainkan sebagai elemen penting dalam membentuk opini publik yang konstruktif dan mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa media massa memiliki peran sentral dalam menyebarluaskan informasi pembangunan serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan komunikasi publik yang sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga bagian penting dalam membangun citra positif daerah, mengedukasi masyarakat, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karo berharap pelatihan ini dapat menjadi titik awal peningkatan kemampuan teknis dan etika jurnalistik wartawan. Materi pelatihan meliputi teknik penulisan berita, wawancara, verifikasi informasi, serta pemahaman mendalam mengenai kode etik jurnalistik, yang dinilai penting dalam menjaga kualitas dan integritas karya jurnalistik di tengah dinamika informasi yang berkembang cepat.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk terus membuka akses informasi seluas-luasnya kepada media. Sekda mengingatkan bahwa Dinas Kominfo dapat menjadi jembatan resmi bagi wartawan untuk memperoleh klarifikasi bila mengalami kesulitan dalam mengakses informasi dari perangkat daerah.
“Kalau tidak juga terjawab, silakan rekan-rekan hubungi saya. Namun saya kira Dinas Kominfo dapat menjembatani kebutuhan informasi tersebut,” imbuhnya, sambil menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati yang tengah menjalankan tugas kedinasan di Jakarta.
Tiga narasumber dari lintas instansi dan organisasi profesional turut dihadirkan dalam pelatihan ini, di antaranya Porman Juanda Marpomari Mahulae, ST., M.Si., yang merupakan Kabid IKP Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara, dengan materi bertema pengelolaan media instansi pemerintah. Materi kedua disampaikan oleh Sugiatmo, S.Ag., M.A., dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut yang menekankan prinsip “pers bebas dan bertanggung jawab”, serta Hesti Maria Br Tarigan, S.H., M.H., selaku Kepala Dinas Kominfo Karo yang membahas peran hubungan masyarakat dalam mendukung fungsi Kominfo di lingkungan pemerintahan daerah.
Plt. Kepala Bidang Humas dan IKP Dinas Kominfo Karo, Jones Andry Tarigan, S.Kom., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Karo untuk mendorong praktik jurnalisme yang profesional dan berdampak positif terhadap pembangunan daerah.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menghadirkan jurnalisme yang cerdas, beretika, serta mampu memperkuat Karo sebagai daerah yang informatif,” ujarnya.
Antusiasme para peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menyambut baik digelarnya pelatihan ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, baik lewat Forum Wartawan Pemkab Karo maupun melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), guna mendukung profesionalisasi jurnalis di wilayah tersebut.
Melalui pendekatan yang partisipatif dan dialogis, pelatihan ini turut menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan media, sekaligus memperkuat peran strategis pers dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Karo.
(Citra SP/Diskom)


































