Polres Aceh Tengah Jangkau Wilayah Terisolir, Pastikan Kondisi Bayi Viral dan Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga

REDAKSI BATU BARA

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:33 WIB

50172 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah – Mengawali tahun 2026, Polres Aceh Tengah langsung bergerak cepat menembus wilayah-wilayah terisolir pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Aksi ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara, memastikan kondisi kesehatan masyarakat, serta menindaklanjuti viralnya foto seorang bayi yang diduga menderita penyakit kulit akibat keterbatasan akses dan komunikasi.

Pada Kamis, 1 Januari 2026, tim gabungan dari Dokkes Polres Aceh Tengah, BKO Brimob Polda Aceh, dan Satintelkam Polres Aceh Tengah tiba di Kampung Atu Payung, Kecamatan Linge. Tindakan ini merupakan respons cepat terhadap informasi yang beredar luas di media. Kapolres Aceh Tengah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan kondisi bayi viral tersebut dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis.

Perjalanan menuju Kampung Atu Payung tidaklah mudah. Tim memulai perjalanan pada Rabu, 31 Desember 2025, dengan menggunakan motor trail hingga batas jalan yang bisa dilalui. Selanjutnya, mereka harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer melewati medan terjal, berlumpur, licin, dan tertutup material longsor. Cuaca buruk semakin memperberat perjalanan, mengubah waktu tempuh normal menjadi perjuangan selama 14 jam. Meski menghadapi risiko dan keterbatasan, semangat personel tidak padam demi menjangkau masyarakat yang terisolir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di lokasi, tim medis Polres Aceh Tengah segera memeriksa kesehatan bayi yang fotonya viral. Bayi laki-laki berinisial R.J., berusia sekitar 5 bulan, dinyatakan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Diketahui bahwa saat foto diambil, bayi tersebut sedang menderita cacar air (varicella) dan pengobatan tradisional dengan air sirih menyebabkan kulitnya tampak kemerahan, menimbulkan kekhawatiran dan persepsi keliru di masyarakat.

Selain memeriksa kondisi bayi, tim Polres Aceh Tengah juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kampung Jamur Koyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule, Kecamatan Bintang. Hasil pemeriksaan menunjukkan berbagai keluhan dan penyakit seperti hipertensi, sakit kepala, batu karang, gangguan lambung, stroke dengan luka tekan, diare, flu, alergi, asma, gatal-gatal, dan asam urat. Tim juga mendata dua anak stunting di Kampung Atu Payung dan Kampung Serule untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan tanggung jawab Polri dalam memverifikasi dan menangani informasi yang beredar di masyarakat secara profesional. Polri tidak hanya mengklarifikasi informasi, tetapi juga memastikan kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak mendapatkan penanganan kesehatan yang layak meski berada di wilayah terpencil.

Meskipun seluruh warga telah kembali ke rumah masing-masing dan tidak ada lagi pengungsian, kebutuhan dasar masyarakat masih sangat mendesak. Akses jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sementara penerangan dan jaringan komunikasi masih lumpuh. Polri mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk membuka akses jalan dan membentuk tim terpadu penanganan kesehatan di wilayah sulit dijangkau. Polri akan terus hadir, berkolaborasi, dan bergerak proaktif untuk memastikan keselamatan, kesehatan, serta kebenaran informasi bagi masyarakat. (Rahmat Hidayat)

Berita Terkait

Bersatu Pulihkan Sumatra, Taruna Akpol Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Hadirkan Aksi Nyata Pascabencana
Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan SD Negeri 11 Kutablang
LSM Penjara Aceh Dukung Polda dan Polres Aceh Tenggara, Tegaskan Penindakan Narkoba Tak Boleh Tumbang oleh Tekanan Massa
Akses Jalan Rusak, Polres Aceh Tengah Pastikan Bantuan dan Perhatian Sampai ke Warga Terpencil  
Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Di Tengah Lumpur dan Harapan, Polri Bersama Warga Buka Akses Jalan Kampung Setie Pasca bencana
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan, Kapolres Aceh Timur Siagakan Perahu Evakuasi di Sejumlah Gampong
Polri Hadirkan Layanan Kesehatan Hingga ke Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:55 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Pos Pelayanan Chapel Kenangan Baru HKBP Distrik XXXI Medan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 19:46 WIB

Gawat Kali !!! Dibulan Suci Ramadhan Judi Togel Marak di Empat Kecamatan Simalungun Atas, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Perjudian Milik Aseng Kayu Dijalan Platina Raya Titipapan Belawan Bebas Beroperasi Saat Bulan Suci

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Lapas Narkotika Langkat Kukuhkan SatOps Patnal dan Sematkan Kenaikan Pangkat 18 Pegawai

Senin, 23 Februari 2026 - 17:22 WIB

Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas I Medan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:05 WIB

Rutan Kelas I Medan Kukuhkan SatOps Patnal dan Agen Perubahan Menuju WBK, Sekaligus Lantik Pegawai Naik Pangkat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pegawai Rutan Labuhan Deli Jadi Bilal Tarawih, Wujud Kontribusi Positif Di Tengah Masyarakat

Senin, 23 Februari 2026 - 16:58 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Program Pemberantasan Buta Huruf, Didampingi Peserta Magang Kemnaker

Berita Terbaru