BaraNews.Com -Deli Serdang, 07 Februari 2026 Stasiun Bandar Khalipah yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang terus mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, sepanjang tahun 2025 stasiun ini melayani sebanyak 183.389 penumpang, meningkat 14 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 160.428 penumpang.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa tren positif tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perkeretaapian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertumbuhan jumlah penumpang ini membuktikan bahwa layanan kereta api di Stasiun Bandar Khalipah, sebagai salah satu simpul mobilitas urban, semakin diandalkan oleh masyarakat,” ujar Anwar.
Memasuki awal tahun 2026, antusiasme masyarakat terhadap layanan di Stasiun Bandar Khalipah tetap terjaga. Sepanjang Januari 2026, stasiun yang berada pada ketinggian 16,13 meter di atas permukaan laut ini telah melayani 15.573 penumpang, meningkat 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 14.616 penumpang.
Menanggapi tingginya minat masyarakat, KAI Divre I Sumatera Utara terus memperkuat peran Stasiun Bandar Khalipah melalui pengembangan integrasi antarmoda. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan, stasiun ini kini terhubung dengan layanan Bus Rapid Transit (BRT) berupa bus listrik yang beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga 19.30 WIB.
“Kehadiran bus listrik ini semakin memperluas jangkauan aksesibilitas penumpang. KAI ingin memastikan masyarakat dapat menjangkau berbagai destinasi dengan lebih praktis dan efisien,” jelas Anwar.
Dari sisi layanan kereta api, Stasiun Bandar Khalipah melayani berbagai pilihan perjalanan. Untuk kereta jarak jauh tersedia KA Sribilah Utama (Medan–Rantau Prapat) dan KA Putri Deli (Medan–Tanjungbalai).
Sementara untuk perjalanan wisata dan komuter, masyarakat dapat menggunakan KA Siantar Ekspres menuju kawasan Danau Toba. Adapun akses menuju Bandara Internasional Kualanamu dilayani secara praktis melalui KA Srilelawangsa.
“Selain melayani penumpang kereta api reguler di bawah naungan KAI Divre I Sumut, Stasiun Bandar Khalipah juga menjadi titik pemberhentian KA Srilelawangsa menuju Bandara Kualanamu yang dikelola oleh KAI Bandara,” tambah Anwar.
Stasiun Bandar Khalipah sendiri memiliki nilai historis yang panjang. Stasiun ini pertama kali dibangun pada tahun 1889 oleh perusahaan kereta api Belanda Deli Spoorweg Maatschappij (N.V. DSM). Kini, stasiun yang diresmikan kembali dengan wajah modern pada 16 Desember 2018 tersebut menjadi simbol kemajuan transportasi di Sumatera Utara.
“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjadikan Stasiun Bandar Khalipah sebagai pusat integrasi transportasi yang efektif, menghubungkan layanan kereta api antarkota, kereta perkotaan, akses Bandara Kualanamu, hingga moda BRT. Sinergi ini merupakan langkah nyata KAI dalam menghadirkan ekosistem transportasi yang modern dan berkelanjutan,”
pungkas Anwar.
(***)


































