Medan — Seorang debt collector apes setelah dituduh maling oleh seorang ibu-ibu saat mencoba menarik sepeda motor di tengah jalan. Puluhan warga yang mendengar teriakan spontan dari si pemilik kendaraan langsung mengejar dan mengeroyok pria tersebut hingga babak belur.
Insiden itu terjadi di sekitar kawasan Jasdam, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, Kamis (23/10/2025) siang. Suasana yang awalnya ramai seperti biasa mendadak ricuh usai terdengar suara emak-emak berteriak, “Maling! Motor saya dirampok!”
Warga yang berada di sekitar lokasi sontak tersulut emosi dan mengejar seorang pria yang saat itu tengah berusaha membawa motor milik wanita tersebut. Dalam hitungan menit, pria yang belakangan diketahui adalah debt collector itu langsung dikerumuni massa dan dihujani pukulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya kami kira betul-betul pelaku begal. Soalnya ibu itu teriakannya panik sekali,” ujar salah satu warga yang ikut mengejar.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melerai aksi massa dan mengamankan keduanya—baik pemilik motor maupun pria penagih utang—ke kantor polisi terdekat guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Diduga, penarikan kendaraan dilakukan di jalan umum tanpa prosedur resmi, termasuk tanpa pendampingan dari pihak berwenang, sehingga memicu kepanikan dan kesalahpahaman.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum dari kedua belah pihak. Namun, kejadian ini kembali memantik sorotan terhadap praktik penagihan oleh debt collector yang kerap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (*)


































