MEDAN — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggelar razia di tempat hiburan malam HW Gold Dragon di Jalan Putri Merak Jingga, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Sabtu (1/11/2025). Dalam operasi yang berlangsung pada malam hari itu, sebanyak 13 pengunjung dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah dilakukan pemeriksaan urine.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Andy Arisandi, menjelaskan bahwa operasi gabungan tersebut melibatkan total 56 personel, terdiri atas 50 anggota Polri dan enam personel TNI. Razia dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara, yang kerap bermula dari aktivitas yang terjadi di tempat hiburan malam.
“Petugas melakukan pemeriksaan secara acak terhadap 50 pengunjung yang dicurigai. Dari hasil tes urine, 13 orang di antaranya terbukti positif mengonsumsi narkoba,” kata Andy dalam keterangan tertulis, Sabtu malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai menjalani pemeriksaan di lokasi, 13 pengunjung tersebut langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan, menurut Kombes Andy, juga akan melibatkan tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumut untuk melakukan proses assessment. Dari penilaian medis dan psikologis tersebut akan ditentukan apakah pelaku akan menjalani proses rehabilitasi atau tindakan hukum lainnya.
“Proses assessment ini penting agar penanganannya sesuai dengan kondisi dan tingkat ketergantungan masing-masing individu,” ungkapnya.
Operasi di HW Gold Dragon merupakan bagian dari operasi yang akan terus digelar secara berkala oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Sumut. Razia bertujuan tak hanya menekan peredaran narkotika, tetapi juga memetakan titik rawan peredaran gelap narkoba di kawasan urban, terutama di tempat-tempat hiburan malam yang rawan disalahgunakan sebagai tempat transaksi atau pemakaian narkoba.
Andy men stressed bahwa pengawasan juga dilakukan secara menyeluruh di seluruh area tempat hiburan malam, guna memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Operasi ini tidak akan berhenti di satu lokasi. Kami akan terus bergerak menyasar titik-titik rawan lainnya. Kami ingin mewujudkan Sumatera Utara Bersinar, Sumatera Utara yang bersih dari narkoba,” tegas Andy.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam perang terhadap narkoba. Menurutnya, upaya pemberantasan tidak bisa hanya dibebankan pada aparat kepolisian, melainkan harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
“Memerangi narkoba harus dilakukan bersama. Polisi hadir untuk bertindak, tetapi masyarakat juga harus berani melaporkan dugaan peredaran narkoba di sekitarnya. Ini adalah perang panjang dan kita tidak boleh lengah,” tutupnya. (*)


































