MEDAN – Seorang pria bernama Sandy Putra Barus (28), warga Jalan Balai Desa Perumahan Pondok Nusantara, Desa Marendal II, Patumbak, ditangkap warga setelah ketahuan membegal pengendara sepeda motor di Jalan Juanda, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (6/11/2025). Pelaku tidak beraksi sendirian, melainkan bersama dua rekannya yang hingga kini masih buron.
Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu PM Tambunan, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada malam hari. Korban, Alvinus Bulolo, usai menghabiskan waktu bersama teman perempuannya, menjadi target para pelaku. Saat melintasi Jalan Juanda, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy tiba-tiba dipepet oleh tiga orang pelaku.
Menurut Tambunan, salah satu pelaku menarik rambut teman perempuan korban, sementara pelaku lainnya menendang sepeda motor yang dikemudikan Alvinus hingga terjatuh. “Korban sempat terjatuh bersama motornya akibat ditendang oleh pelaku. Saat itu, pelaku langsung mencoba mengambil barang-barang milik korban,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Alvinus tidak tinggal diam. Ia berusaha melawan para pelaku, meskipun jumlah mereka lebih banyak. Aksi perlawanan korban ini membuat dua pelaku ketakutan dan melarikan diri dari lokasi kejadian, sementara pelaku Sandy Putra Barus tetap bertahan dan bahkan menodongkan pistol ke arah korban.
Warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut segera berinisiatif membantu Alvinus. Mereka mengepung dan menangkap pelaku Sandy, sementara dua pelaku lainnya berhasil meloloskan diri. “Warga langsung mengamankan pelaku Sandy dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian,” kata Tambunan.
Akibat kejadian itu, Alvinus mengalami luka-luka di bagian dahi dan pelipisnya akibat pergelutan dengan para pelaku. Meski demikian, ia berhasil mempertahankan barang-barangnya dari aksi pencurian.
Tambunan mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, pistol yang digunakan pelaku ternyata hanya sebuah mainan. “Setelah kami periksa, senjata api yang digunakan pelaku ternyata bukan senjata sungguhan, melainkan hanya mainan. Namun, pelaku tetap kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelasnya.
Polisi saat ini masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap dua rekan pelaku yang kabur. Berdasarkan keterangan Sandy, mereka bertiga memang telah merencanakan aksi pembegalan tersebut sejak awal.
“Pelaku mengaku telah mengincar korban sejak beberapa waktu sebelumnya. Saat ini kami masih memburu dua pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri,” ujar Tambunan.
Tambunan juga mengapresiasi peran warga yang membantu korban dan menangkap pelaku. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati dan tidak mengambil risiko berlebihan saat menghadapi pelaku kejahatan yang berpotensi membahayakan.
Sementara itu, Alvinus kini telah mendapatkan perawatan untuk luka-lukanya. Ia mengungkapkan rasa syukur karena berhasil selamat dari insiden tersebut, meskipun mengaku trauma dengan kejadian yang menimpanya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama di malam hari dan di lokasi yang sepi. Polisi mengimbau masyarakat untuk melaporkan segala bentuk kejahatan yang terjadi di sekitar mereka, serta menjaga keamanan diri dengan tidak melawan pelaku jika situasi dirasa terlalu berbahaya.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap dua pelaku yang kabur. (*)


































