Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Empat Orang Tewas dan Ribuan Warga Terdampak

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 06:06 WIB

501,547 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI TENGAH – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pantai barat Sumatera Utara sejak pertengahan November 2025 memicu rentetan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Dalam rentang waktu 23 hingga 25 November, bencana tersebut merenggut empat korban jiwa dan menyebabkan lebih dari seribu rumah warga terendam banjir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat sedikitnya 1.952 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda enam kecamatan. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa insiden banjir mulai terjadi sejak Minggu (23/11) pukul 18.00 WIB dan terus berlangsung dalam dua hari setelahnya.

“Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi telah terjadi sejak tanggal 17 November. Hal ini menyebabkan luapan air di sejumlah kawasan dan merendam ribuan rumah warga,” ujar Sri dalam keterangan tertulis yang disampaikan Selasa (25/11/2025) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaran korban banjir tersebar di beberapa kecamatan, terdiri dari:

  • Kecamatan Pandan: 150 KK
  • Kecamatan Sarudik: 338 KK
  • Kecamatan Barus: 65 KK
  • Kecamatan Kolang: 1.261 KK
  • Kecamatan Tukka: 10 KK
  • Kecamatan Lumut: 78 KK

Sementara itu, peristiwa longsor dilaporkan terjadi di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, yang menelan empat korban jiwa. Keempat korban terdiri dari seorang ibu dan tiga anaknya, masing-masing bernama Dewi Hutabarat (33), Trio Arta Rouli (7), Vania Aurora (4), dan Ilona Lumbantobing.

“Korban ditemukan di antara reruntuhan material longsor. Ini menjadi peringatan bahwa potensi bahaya dari hujan ekstrem bisa sangat fatal jika tidak diantisipasi dengan evakuasi dini,” tambah Sri.

Hingga kini, pendataan terkait jumlah warga yang mengungsi masih dilakukan. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merespons langsung bencana ini dan menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.

“Tadi Pak Bupati Tapteng mengabari langsung bahwa ada empat korban jiwa. Saya sudah sampaikan agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Mohon kondisi di lapangan terus dikawal,” ujar Bobby kepada wartawan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Batubara.

Ungkapan duka dan himbauan juga disampaikan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyebut bahwa banjir dan longsor di wilayahnya merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir barat.

“Cuaca ekstrem di kawasan pantai barat Sumatera Utara, terutama di wilayah Tapteng yang menghadap ke Samudera Hindia, mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah lokasi,” tulis Masinton dalam unggahannya.

Pihak pemerintah daerah telah mengaktifkan posko darurat, mendistribusikan logistik kepada warga terdampak, serta memantau kondisi sungai dan lereng bukit yang dinilai masih berisiko tinggi.

Hingga Rabu pagi, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Tapteng dengan intensitas ringan hingga sedang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap siaga, tidak beraktivitas di sekitar sungai maupun lereng curam, serta segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan.

Langkah percepatan penanganan bencana diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas warga dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut. Peringatan dini dan kolaborasi antarinstansi diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menekan dampak bencana alam di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Polda Sulsel Kerahkan Segala Sumber Daya dalam Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang di Wilayah Maros-Pangkep
Pemasyarakatan Peduli Bencana Kanwil Ditjenpas Sumut dan PIPAS Daerah Sumut Salurkan Bantuan Sosial Di Tapanuli Tengah
BNPB Salurkan Bantuan Logistik ke Tiga Kabupaten Terdampak Bencana di Tapanuli
Bencana Hidrometeorologis Landa Sumut, Polri Terjunkan Pasukan dan Perkuat Evakuasi Warga
Longsor Tutup Jalinsum Sipirok–Tapanuli Utara, Akses Terputus Total
Polsek Pahae Jae Evakuasi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara
Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumatera Utara
Polda Sumut Kerahkan Kekuatan Penuh Tangani Bencana di Enam Wilayah

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:55 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Pos Pelayanan Chapel Kenangan Baru HKBP Distrik XXXI Medan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 19:46 WIB

Gawat Kali !!! Dibulan Suci Ramadhan Judi Togel Marak di Empat Kecamatan Simalungun Atas, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Perjudian Milik Aseng Kayu Dijalan Platina Raya Titipapan Belawan Bebas Beroperasi Saat Bulan Suci

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Lapas Narkotika Langkat Kukuhkan SatOps Patnal dan Sematkan Kenaikan Pangkat 18 Pegawai

Senin, 23 Februari 2026 - 17:22 WIB

Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas I Medan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:05 WIB

Rutan Kelas I Medan Kukuhkan SatOps Patnal dan Agen Perubahan Menuju WBK, Sekaligus Lantik Pegawai Naik Pangkat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pegawai Rutan Labuhan Deli Jadi Bilal Tarawih, Wujud Kontribusi Positif Di Tengah Masyarakat

Senin, 23 Februari 2026 - 16:58 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Program Pemberantasan Buta Huruf, Didampingi Peserta Magang Kemnaker

Berita Terbaru