Tumbler Bukan Sekadar Botol, tapi Fashion Statement Gen Z

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:44 WIB

50489 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayyidah Rachmawati

Bagi mahasiswa Gen Z, tumbler kini bukan sekadar wadah minum. Warna, bentuk, hingga mereknya mencerminkan gaya hidup, tren, bahkan kepedulian terhadap lingkungan. Dari kampus hingga kafe, tumbler hadir bukan hanya untuk mengurangi plastik sekali pakai, tapi juga menegaskan identitas anak muda di tengah derasnya budaya populer.
Di lobi kampus, deretan tumbler terlihat menemani mahasiswa yang sedang bercengkerama. Ada yang bergambar karakter kartun, ada yang polos dengan nuansa monokrom, ada pula yang penuh stiker komunitas. Sekilas tampak biasa, tetapi setiap tumbler punya cerita tersendiri.
Fenomena ini semakin jelas terlihat di media sosial. Di TikTok, misalnya, video dengan tagar #tumbler sudah ditonton jutaan kali. Dari konten unboxing, review desain terbaru, hingga tips memadukan tumbler dengan outfit, tren ini menjalar cepat ke berbagai lini. Instagram juga tak kalah ramai unggahan bertema “tumbler estetik” kerap masuk ke beranda anak muda.


Menurut survei e-commerce Tokopedia pada 2023, penjualan tumbler meningkat hingga 2,5 kali lipat dibanding tiga tahun sebelumnya. Lonjakan ini bukan hanya karena kebutuhan praktis, tetapi juga karena tumbler dipandang sebagai produk lifestyle. Brand besar hingga UMKM lokal berlomba merilis desain kreatif yang memadukan fungsi dengan gaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tren ini ikut diamati PAIAS (Pemuda Peduli Alam Sekitar), sebuah komunitas lingkungan di Medan. Menurut Khalish yang merupakan salah satu aktivis mahasiswa dari komunitas PAIAS, tumbler sudah masuk dalam budaya populer. “Orang sekarang tidak hanya memikirkan fungsinya untuk minum, tapi juga gaya hidup sehat, praktis, sekaligus bagian dari style mereka,” ujarnya.


Khalis bukan hanya bagian dari aktivis mahasiswa, tapi juga koordinator komunitas lingkungan PAIAS yang sejak awal bergerak lewat pendekatan kreatif, memanfaatkan tren populer untuk mengedukasi. Perspektifnya penting karena memperlihatkan bagaimana isu serius seperti lingkungan bisa sesuai ke dalam gaya yang lebih dekat dengan keseharian Gen Z.
Tren tumbler juga hadir di media sosial seperti foto outfit of the day (OOTD) kerap dilengkapi tumbler sebagai pelengkap gaya, sementara tagar seperti #StayHydrated atau #EcoLifestyle ramai dibagikan di TikTok dan Instagram. Tidak jarang, penjualan tumbler edisi terbatas pun laris di e-commerce, menandakan tingginya minat anak muda pada produk ini.
Aktivis lingkungan sekaligus pendiri inisiatif anak muda bernama Seabolga yaitu Yuli Efriani melihat tren ini sebagai fenomena baru yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ia mencontohkan seperti pada saat seminar kampus yang dulu memberi merchandise berupa pulpen atau buku catatan, kini lebih sering mengganti dengan tumbler. “Sekarang tumbler bahkan jadi bagian dari fashion. Ada yang sengaja membeli karena modelnya cantik, atau sekadar ingin sama seperti milik temannya,” katanya.

Yuli Efriani, seorang aktivis lingkungan yang lama berkecimpung dalam isu sampah plastik dan konservasi di Sumatera Utara. Ia melihat fenomena tumbler tidak hanya dari kacamata tren, tetapi juga dari sisi gerakan kolektif yang lebih luas. Baginya, tumbler adalah pintu masuk untuk membicarakan pola konsumsi dan tanggung jawab generasi muda terhadap bumi.
Namun pertanyaannya, apakah tumbler hanya sekadar tren, atau benar-benar lahir dari kesadaran lingkungan? Yuli menilai, tidak semua orang punya tujuan yang sama. Ada yang membeli hanya ikut-ikutan, ada yang menjadikannya gaya hidup, dan sebagian lain menggunakannya karena sadar pentingnya mengurangi plastik sekali pakai.
Khalish menambahkan, tren justru bisa menjadi pintu masuk menuju kesadaran. “Awalnya memang banyak yang sekadar ikut-ikutan. Tapi lama-kelamaan terbiasa, dan akhirnya sadar bahwa membawa tumbler juga bagian dari tanggung jawab kecil untuk bumi,” jelasnya.
Bagi Gen Z yang peduli penampilan, tumbler sekaligus menjadi pernyataan gaya. Warna pastel dengan hiasan lucu sering dipilih mahasiswa berkepribadian girly, sementara warna netral cenderung dipakai mereka yang simpel dan minimalis. Ada juga yang meng-custom desain agar tampil lebih personal. “Kalau sudah jadi bagian dari identitas, otomatis orang lebih konsisten membawanya,” kata Khalish.
Meski begitu, tren ini punya sisi lain. Yuli mengingatkan kebiasaan impulsif membeli tumbler baru justru bisa menimbulkan sampah baru. “Kalau akhirnya hanya menumpuk di rumah, esensi mengurangi sampah jadi hilang. Penting untuk membeli secukupnya dan memanfaatkan yang sudah ada,” katanya.

Dampak dari kebiasaan sederhana ini sebenarnya cukup besar. Satu botol plastik sekali pakai membutuhkan puluhan tahun untuk terurai, bahkan beberapa bagian tidak bisa didaur ulang. Dengan membawa tumbler, mahasiswa ikut mengurangi beban sampah jangka panjang.
Untuk menjaga semangat keberlanjutan, PAIAS meluncurkan program Santap Sejuk Eco- Tumbler. Melalui program ini, mahasiswa yang membawa tumbler bisa mendapatkan minuman gratis. “Kami sengaja menyentuh gaya hidup populer mahasiswa. Mereka senang yang praktis, sehat, sekaligus keren. Dari situ, kami masukkan pesan soal lingkungan,” jelas Khalish.
Khalish berharap, budaya membawa tumbler tidak hanya berhenti di kampus. “Tujuan kami bukan sekadar tren, tapi kebiasaan. Kalau sudah menjadi kebiasaan, otomatis akan melekat menjadi budaya,” ujarnya.
Yuli pun menutup dengan pesan serupa. “Mahasiswa adalah generasi intelektual. Kita punya tanggung jawab bahkan terhadap perubahan iklim. Satu tumbler yang digunakan bisa mengurangi banyak sampah plastik. Sederhana, tapi dampaknya besar.”
Di balik semua itu, tumbler tetap memberi dampak nyata. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, Indonesia menghasilkan sekitar 66 juta ton sampah pada 2022, dan 17% di antaranya adalah plastik. Satu botol plastik sekali pakai membutuhkan waktu lebih dari 50 tahun untuk terurai. Membawa tumbler mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan konsisten, kontribusinya signifikan.
Pada akhirnya, tumbler bukan sekadar tren sesaat. Kehadirannya di kampus, kafe, hingga linimasa media sosial menunjukkan bahwa anak muda punya cara unik menggabungkan gaya dan kepedulian. Di tangan Gen Z, wadah minum ini adalah simbol dari identitas, gaya hidup, sekaligus langkah kecil untuk bumi yang lebih sehat.

Apa yang menarik, tumbler tidak hanya berbicara soal fungsi, tetapi juga soal fashion statement. Desain yang beragam, mulai dari minimalis, pastel, hingga edisi terbatas kolaborasi brand ternama, memberi ruang bagi Gen Z untuk menunjukkan selera mereka. Membawa tumbler bukan hanya kebiasaan praktis, melainkan juga bagian dari citra diri.
Pada akhirnya, tumbler menghadirkan narasi baru bagi generasi ini. Ia membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tak harus terpisah dari gaya. Dari wadah sederhana, tumbler menjelma menjadi simbol: tentang identitas, konsistensi, sekaligus komitmen pada bumi yang lebih baik.

Berita Terkait

Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Pos Pelayanan Chapel Kenangan Baru HKBP Distrik XXXI Medan Utara
Perjudian Milik Aseng Kayu Dijalan Platina Raya Titipapan Belawan Bebas Beroperasi Saat Bulan Suci
Bapas Kelas I Palangka Raya Ikuti Pengarahan Kakanwil Ditjenpas Kalteng Terkait Persiapan Program MBG
Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas I Medan
Rutan Kelas I Medan Kukuhkan SatOps Patnal dan Agen Perubahan Menuju WBK, Sekaligus Lantik Pegawai Naik Pangkat
Pegawai Rutan Labuhan Deli Jadi Bilal Tarawih, Wujud Kontribusi Positif Di Tengah Masyarakat
Warga Binaan Lapas Padangsidimpuan Tadarus Al-Qur’an di Masjid Al-Ikhlas, Didampingi Peserta Magang Kemnaker dan Mahasiswa
Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Tersangka Sabu, Barang Bukti Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:55 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Pos Pelayanan Chapel Kenangan Baru HKBP Distrik XXXI Medan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 19:46 WIB

Gawat Kali !!! Dibulan Suci Ramadhan Judi Togel Marak di Empat Kecamatan Simalungun Atas, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Perjudian Milik Aseng Kayu Dijalan Platina Raya Titipapan Belawan Bebas Beroperasi Saat Bulan Suci

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Lapas Narkotika Langkat Kukuhkan SatOps Patnal dan Sematkan Kenaikan Pangkat 18 Pegawai

Senin, 23 Februari 2026 - 17:22 WIB

Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas I Medan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:05 WIB

Rutan Kelas I Medan Kukuhkan SatOps Patnal dan Agen Perubahan Menuju WBK, Sekaligus Lantik Pegawai Naik Pangkat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pegawai Rutan Labuhan Deli Jadi Bilal Tarawih, Wujud Kontribusi Positif Di Tengah Masyarakat

Senin, 23 Februari 2026 - 16:58 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Program Pemberantasan Buta Huruf, Didampingi Peserta Magang Kemnaker

Berita Terbaru