LABUHANBATU – BaraNewsSumut | Ramadhansyah atau biasa disapa Babang relawan dari Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara mengunjungi lokasi pengungsian korban bencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu 14 Desember 2025 yang lalu. Keberadaannya bersama teman-temannya, Babang bertemu puluhan anak dan orang tuanya yang masih bertahan di tenda pengungsian.
Selasa (16/12/2025) kepada awak media ini, Babang mengatakan di sana sempat berkomunikasi kepada warga di pengungsian tersebut dengan menanyakan kondisi mereka saat musibah banjir yang menerpa kediaman mereka. Salah satu warga mengatakan kalau kondisi debet air banjir saat itu cukup dalam, sehingga mereka harus naik ke atap rumah untuk menyelamatkan diri.
“Airnya cepat datang om, sangat tinggi dan bertahan lama, sehingga kami harus naik ke atas atap untuk menyelamatkan diri,” cetus salah satu warga dengan nada sedih kepada Babang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendengar keluhan warga tersebut, Babangpun berinisiatif untuk memberikan hiburan kepada anak-anak dan membagikan bingkisan, agar sedikit bisa mengurangi rasa pilu yang dialami mereka.
Babang mengatakan kehadirannya bersama teman-teman relawannya mewakili masyarakat Bilah Hilir peduli bencana alam di Aceh dengan membawa dua truk logistik yang berisikan beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, obat-obatan, baju layak pakai dan lainnya, hasil dari donasi yang dikumpulkan warga di Kecamatan Bilah Hilir dan sudah diserahkan langsung ke posko-posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Tidak hanya menyalurkan bantuan, disana kami juga memberikan sedikit hiburan untuk anak-anak dan para ibu di lokasi pengungsian” ujar Babang.
Ia menuturkan, masih banyak anak-anak yang belum benar-benar memahami kondisi yang menimpa mereka. Karena itu, memberikan kebahagiaan dan ruang bermain menjadi hal penting di tengah masa pemulihan.
“Masih banyak anak-anak lainnya yang belum mengerti apa-apa dan mereka harus tetap bahagia dan bermain,” sebut Babang.
Babang mengatakan kalau dirinya bersama teman -temannya selalu memberikan tawa kepada anak-anak yang di jumpai dengan nyanyian dan dongeng-dongengnya yang seru.
Babang berharap pentingnya distribusi bantuan yang merata dan tepat sasaran serta perhatian terhadap kondisi mental para korban, terutama anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak langsung bencana.
“Bantuan harus disalurkan secara merata, tepat sasaran dan penanganan pasca bencana seperti mental dan psikologis yang terdampak harus juga menjadi perhatian,” katanya.(*)


































