MEDAN Baranewssumut.com
Kombes Pol. (Purn) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, hadir sebagai Ketua Panitia sekaligus memberikan kontribusi penting dalam pembukaan dan pelaksanaan Asia Regional Assembly (AsRA) 2026. Kegiatan bergengsi tingkat Asia ini berlangsung di Hotel Grand City Hall Medan, Jalan Balai Kota No. 1, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu 07 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asia Regional Assembly (AsRA) 2026 merupakan salah satu forum regional gereja terbesar di Asia yang diselenggarakan oleh United Evangelical Mission (UEM) Asia. Forum ini mengangkat tema “The Beam in Our Eye: Discrimination in Church and Diaconia”, sebuah ajakan refleksi mendalam bagi gereja-gereja untuk menelaah secara kritis praktik diskriminasi yang masih terjadi, baik yang tampak secara nyata maupun yang tersembunyi dalam struktur sosial dan pola pelayanan gereja.
Dalam sambutannya, Maruli Siahaan menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar wacana teoretis, melainkan panggilan moral untuk melakukan introspeksi dan perubahan konkret. Ia menyampaikan bahwa diskriminasi masih kerap terjadi, bahkan dalam praktik pelayanan yang selama ini dianggap lumrah dan tidak bermasalah.
“Sebagai umat beriman dan juga sebagai pelayan publik, kita harus berani mengakui bahwa diskriminasi tidak selalu terlihat secara terang-terangan. Ia sering berakar dalam tradisi, kebiasaan, atau struktur yang selama ini kita anggap normal. Forum ini bukan hanya untuk berdiskusi, tetapi untuk menyusun langkah dan strategi nyata agar nilai keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan inklusivitas benar-benar hidup dalam pelayanan sehari-hari,” ujar Maruli Siahaan dalam salah satu sesi diskusi.
Selain menekankan refleksi teologis, Maruli juga mengaitkan tema AsRA 2026 dengan dinamika sosial dan kebijakan publik. Menurutnya, nilai-nilai yang dibahas dalam forum ini sangat relevan sebagai fondasi pembangunan sosial yang berkeadilan, penguatan hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap kelompok rentan di tengah masyarakat. AsRA 2026 dihadiri oleh delegasi dari berbagai denominasi gereja anggota UEM Asia, termasuk dari Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Hong Kong, dan sejumlah negara Asia lainnya.
Forum ini juga melibatkan perwakilan Asia Women dan Asia Youth, serta staf UEM yang selama ini berperan aktif dalam mendorong kerja sama lintas gereja di kawasan Asia. Kehadiran lintas generasi dan lintas negara tersebut memperkaya perspektif diskusi serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan pelayanan gereja di era modern.
Dalam konferensi tersebut, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) diwakili oleh Pdt. Dr. Deonal Sinaga, S.Th., M.Th., yang hadir sebagai salah satu delegasi resmi HKBP. Kehadiran pimpinan HKBP ini mencerminkan komitmen kuat gereja terhadap agenda refleksi, pembaruan pelayanan, dan keterlibatan aktif dalam forum gerejawi tingkat regional.
Rangkaian kegiatan AsRA 2026 di Hotel Grand City Hall Medan berlangsung selama beberapa hari, meliputi sesi panel, lokakarya tematik, diskusi kelompok, hingga refleksi bersama. Seluruh sesi dipandu oleh para teolog dan praktisi pelayanan dari berbagai negara, dengan pembahasan yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga menghadirkan studi kasus dan pengalaman nyata dari konteks pelayanan gereja di masing-masing wilayah.
Para peserta sepakat bahwa tantangan diskriminasi dalam gereja dan pelayanan diakonia membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mencakup aspek teologis, budaya, sosial, hingga kebijakan. Menutup kegiatan, Maruli Siahaan berharap agar hasil pertemuan AsRA 2026 tidak berhenti sebagai dokumen atau wacana, melainkan diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan jemaat, serta mampu menginspirasi kebijakan sosial yang lebih adil dan inklusif di tingkat nasional maupun regional.
(Harianto Siahaan)


































