Lima Anggota Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor di Tapteng, Hujan Deras Picu Bencana Beruntun

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 19:50 WIB

501,116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPTENG |  Duka mendalam menyelimuti Desa Mardame, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, setelah hujan deras yang turun sepanjang malam memicu longsor dan banjir bandang di puluhan titik wilayah. Salah satu tragedi paling memilukan terjadi di Dusun 1 desa tersebut, Selasa (25/11/2025) pagi, saat lima anggota satu keluarga ditemukan tewas tertimbun material longsor yang menimpa rumah mereka.

Musibah terjadi ketika sebuah bukit di belakang rumah keluarga Poliman Lumbantobing runtuh tanpa peringatan. Tebing yang tak lagi mampu menahan beban air hujan sepanjang malam itu ambrol, menyeret material tanah dan batu ke arah permukiman. Rumah keluarga Lumbantobing yang berada tepat di bawah tebing menjadi korban langsung dalam kejadian tersebut. Longsor datang cepat, menutup seluruh sisi rumah dan menyulitkan upaya penyelamatan.

Warga sekitar yang terbangun karena suara gemuruh berupaya menuju lokasi, namun hanya bisa menyaksikan tanah basah dan reruntuhan kayu. Di tengah suasana panik, evakuasi dilakukan secara darurat oleh warga dengan alat seadanya. Lumpur setinggi paha dan puing-puing bangunan yang terseret longsor memperlambat pencarian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu demi satu, jenazah korban dikeluarkan dari bawah reruntuhan. Korban terdiri dari Dewi Hutabarat (33), ibu dari keluarga tersebut, serta tiga anaknya yang masih kecil: Tio Arta Rouli Lumbantobing (7), Vania Aurora Lumbantobing (4), dan Ilona Lumbantobing (3). Keempatnya diduga telah berada di dalam rumah dan tidak dapat menyelamatkan diri saat longsor terjadi. Satu-satunya yang selamat adalah sang ayah, Poliman Lumbantobing (37), yang saat kejadian sedang berada di luar kota karena bekerja sebagai sopir angkutan.

Kabar duka itu membuat Poliman buru-buru pulang ke Desa Mardame. Namun, saat tiba di rumah, yang ia temukan bukan lagi tempat tinggalnya, melainkan jenazah istri dan ketiga anaknya yang telah disemayamkan oleh kerabat dan warga. Kesedihan menyelimuti prosesi evakuasi yang dipimpin Bhabinkamtibmas Aipda Rindu Hutabarat bersama warga setempat. Hujan yang kembali turun sejak pagi menambah suasana haru dan membuat kondisi di lokasi semakin sulit.

Longsor yang menimpa Dusun 1 Desa Mardame bukan satu-satunya bencana yang terjadi di Tapanuli Tengah dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Hujan deras sejak Senin malam memicu serangkaian bencana di berbagai penjuru daerah, mulai dari luapan sungai, banjir bandang, hingga tanah longsor yang merusak rumah, menutup akses jalan, dan memutuskan hubungan antar desa.

Data yang dihimpun dari petugas menunjukkan sebaran banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kolang. Ratusan rumah dilaporkan terdampak, sementara beberapa desa terisolasi karena akses jalan yang tertutup material longsor dan genangan.

Di Kecamatan Badiri, banjir terjadi di Dusun 1, 3, dan 4 Aek Horsik, serta Dusun 3 Muara Pinang. Desa Sijago-jago dan Desa Gunung Kelambu juga terdampak, disusul Kelurahan Hutabalang dan Lopian. Di Kecamatan Lumut, air bah melanda Lingkungan 2 dan beberapa dusun di Desa Lumut Maju dan Lumut Nauli. Banjir juga merebak di sejumlah kelurahan di Kecamatan Sarudik, antara lain Pasir Bidang, Pondok Batu, Sibuluan Nalambok, Sarudik, dan Lingkungan Eka Satria.

Sementara itu, Kecamatan Pandan mencatat sejumlah titik banjir di kawasan Perumahan Pandan Asri, Tugu Ikan Jalan A.R. Surbakti, hingga wilayah Perdagangan Lubuk Tukko dan Perumahan BTN dekat Sekolah Aksara. Di wilayah Tapian Nauli dan Kolang, banjir turut merendam jalan pasar, rumah warga, dan kawasan pemukiman padat.

Selain banjir, longsor juga terjadi di sejumlah titik lain, seperti Dusun 2 P Honas (Badiri), Lingkungan 9 Kelurahan Sibabangun, Lingkungan 6 dan 5 di Lumut, serta Jalan Poriaha Julu dan Lintas Rampah di Tapian Nauli. Beberapa rumah dilaporkan rusak berat, sementara warga diminta mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah telah menetapkan status siaga bencana. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan relawan terus melakukan pemetaan titik rawan dan membantu proses evakuasi warga terdampak. Meski belum ada data resmi jumlah korban jiwa secara keseluruhan, namun hingga Selasa siang, tercatat beberapa wilayah masih sulit diakses dan komunikasi terputus.

Cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan menambah kekhawatiran akan adanya longsor susulan. Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di lereng perbukitan atau bantaran sungai, untuk tetap waspada dan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman jika diperlukan. Kegiatan pencarian dan penanganan darurat dijalankan dengan prioritas keselamatan personel dan warga, di tengah kondisi medan yang tidak bersahabat.

Tragedi di Desa Mardame menjadi pengingat betapa rentannya permukiman warga terhadap perubahan alam ekstrem. Di tengah curah hujan yang semakin tidak menentu, kesiapan wilayah dan kesadaran risiko menjadi hal penting untuk mengurangi potensi kerugian jiwa dan materi. Kabupaten Tapanuli Tengah kini berjuang tidak hanya mengevakuasi korban serta membersihkan wilayah terdampak, tetapi juga menjaga harapan dan kebersamaan warganya dalam menghadapi ujian yang berat ini. (*)

Berita Terkait

Polda Sulsel Kerahkan Segala Sumber Daya dalam Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang di Wilayah Maros-Pangkep
Pemasyarakatan Peduli Bencana Kanwil Ditjenpas Sumut dan PIPAS Daerah Sumut Salurkan Bantuan Sosial Di Tapanuli Tengah
BNPB Salurkan Bantuan Logistik ke Tiga Kabupaten Terdampak Bencana di Tapanuli
Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Empat Orang Tewas dan Ribuan Warga Terdampak
Bencana Hidrometeorologis Landa Sumut, Polri Terjunkan Pasukan dan Perkuat Evakuasi Warga
Longsor Tutup Jalinsum Sipirok–Tapanuli Utara, Akses Terputus Total
Polsek Pahae Jae Evakuasi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara
Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumatera Utara

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:55 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Pos Pelayanan Chapel Kenangan Baru HKBP Distrik XXXI Medan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 19:46 WIB

Gawat Kali !!! Dibulan Suci Ramadhan Judi Togel Marak di Empat Kecamatan Simalungun Atas, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Perjudian Milik Aseng Kayu Dijalan Platina Raya Titipapan Belawan Bebas Beroperasi Saat Bulan Suci

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Lapas Narkotika Langkat Kukuhkan SatOps Patnal dan Sematkan Kenaikan Pangkat 18 Pegawai

Senin, 23 Februari 2026 - 17:22 WIB

Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas I Medan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:05 WIB

Rutan Kelas I Medan Kukuhkan SatOps Patnal dan Agen Perubahan Menuju WBK, Sekaligus Lantik Pegawai Naik Pangkat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pegawai Rutan Labuhan Deli Jadi Bilal Tarawih, Wujud Kontribusi Positif Di Tengah Masyarakat

Senin, 23 Februari 2026 - 16:58 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Program Pemberantasan Buta Huruf, Didampingi Peserta Magang Kemnaker

Berita Terbaru