Ibu Kota Salak Pakpak Bharat Dikepung Longsor, Akses Jalan Terputus di Sejumlah Titik

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 04:48 WIB

501,105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, selama lebih dari sepuluh hari terakhir memicu rentetan bencana tanah longsor yang kini mengepung Ibu Kota Salak. Hingga Rabu dini hari (26/11/2025) pukul 03.00 WIB, puluhan titik longsor terdeteksi di berbagai kawasan, dengan sejumlah jalur transportasi utama tertutup material longsoran dan mengganggu akses logistik serta mobilitas warga.

Laporan darurat yang dihimpun dari tim pemantau lapangan dan Jaringan Pusdalops setempat menyebutkan bahwa longsor melanda titik-titik strategis di sejumlah kecamatan. Debit hujan yang tinggi dan berkepanjangan mempercepat proses peluruhan tanah di lereng-lereng perbukitan Pakpak Bharat yang dikenal terjal dan rawan pergeseran tanah.

Data awal mencatat 12 titik longsor telah terkonfirmasi, antara lain di Jalinsum NAD–Simberuna, Kecamatan STTU Jehe; Jalan Binangaboang–Cikaok dengan panjang material longsoran mencapai sekitar 15 meter; serta kawasan jalan utama di Desa Salak I dan arah Simpang SMA Tinada. Longsoran juga terjadi di Kuta Saga dan Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, yang menghambat akses antar permukiman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, longsor dilaporkan melanda jalur PGGS Sibagindar, kawasan Tanjung Rahu (sekitar bengkel alm. Sinaga di tikungan jalan), hingga perbatasan Perdemuen–Buluh Tellang yang menghubungkan sejumlah sentra ekonomi dan pertanian lokal. Di Buluh Tellang, badan jalan sebelah kanan dari arah Sidikalang mengalami keruntuhan setelah melewati tembok sepanjang rest area, menimbulkan ancaman serius bagi pengguna kendaraan roda dua dan empat.

Situasi semakin memprihatinkan dengan adanya longsor lanjutan sebelum Simpang SMA Tinada dan Santar Julu, terutama di tikungan curam sebelum Gereja GPI Traju. Sejauh ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa, namun kondisi medan di beberapa lokasi dinilai sangat berbahaya dibanding hari-hari sebelumnya.

Tim BPBD Pakpak Bharat bersama TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat lokal dikerahkan menyisir lokasi terdampak untuk membantu pemantauan, membuka akses jalan, serta mendata potensi kerusakan lanjutan. Meski beberapa titik telah dibuka sebagian, akses lalu lintas secara umum masih belum stabil karena hujan belum reda, dan lereng-lereng sekitar jalan masih rawan runtuh kembali.

Kondisi darurat ini mendorong seruan kepada warga, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor dan lembah pegunungan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah meminta partisipasi aktif masyarakat agar melaporkan titik-titik longsor terbaru secara cepat dan terstruktur dengan mencantumkan lokasi, tingkat bahaya, kondisi lalu lintas, serta menyertakan bukti visual berupa gambar atau video untuk mempermudah verifikasi dan respons tim lapangan.

Komunikasi cepat antarwarga, pemerintah desa, serta relawan dinilai menjadi kunci percepatan koordinasi evakuasi maupun penanganan akses darurat. Hingga laporan ini disusun, upaya mitigasi terus digalakkan, termasuk penyiapan posko siaga, pengiriman alat berat, serta logistik darurat di wilayah yang terisolasi.

Masyarakat juga diimbau agar tidak beraktivitas di dekat lereng yang mulai menunjukkan tanda-tanda tidak stabil, seperti retakan tanah, suara gemuruh halus, atau pergerakan batuan kecil. Pemerintah setempat menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam situasi ini.

Seluruh informasi tambahan dari warga, baik melalui pesan singkat, media sosial atau pelaporan langsung ke posko terdekat, sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan cepat dan tepat. Pakpak Bharat kini dalam situasi siaga bencana. Bersama, masyarakat dan pemerintah didorong untuk saling bergandengan tangan menghadapi tantangan ini dengan kewaspadaan dan solidaritas.

Langit di atas Salak masih mendung, dan lereng-lereng di sekitarnya belum sepenuhnya tenang. Di tengah ketidakpastian ini, semangat gotong royong menjadi penguat utama. Tetap siaga, tetap waspada. Keselamatan adalah yang utama. (*)

Berita Terkait

Polda Sulsel Kerahkan Segala Sumber Daya dalam Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang di Wilayah Maros-Pangkep
BNPB Salurkan Bantuan Logistik ke Tiga Kabupaten Terdampak Bencana di Tapanuli
Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Empat Orang Tewas dan Ribuan Warga Terdampak
Bencana Hidrometeorologis Landa Sumut, Polri Terjunkan Pasukan dan Perkuat Evakuasi Warga
Longsor Tutup Jalinsum Sipirok–Tapanuli Utara, Akses Terputus Total
Polsek Pahae Jae Evakuasi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara
Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumatera Utara
Polda Sumut Kerahkan Kekuatan Penuh Tangani Bencana di Enam Wilayah

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:55 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Pos Pelayanan Chapel Kenangan Baru HKBP Distrik XXXI Medan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 19:46 WIB

Gawat Kali !!! Dibulan Suci Ramadhan Judi Togel Marak di Empat Kecamatan Simalungun Atas, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Perjudian Milik Aseng Kayu Dijalan Platina Raya Titipapan Belawan Bebas Beroperasi Saat Bulan Suci

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Lapas Narkotika Langkat Kukuhkan SatOps Patnal dan Sematkan Kenaikan Pangkat 18 Pegawai

Senin, 23 Februari 2026 - 17:22 WIB

Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas I Medan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:05 WIB

Rutan Kelas I Medan Kukuhkan SatOps Patnal dan Agen Perubahan Menuju WBK, Sekaligus Lantik Pegawai Naik Pangkat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pegawai Rutan Labuhan Deli Jadi Bilal Tarawih, Wujud Kontribusi Positif Di Tengah Masyarakat

Senin, 23 Februari 2026 - 16:58 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Program Pemberantasan Buta Huruf, Didampingi Peserta Magang Kemnaker

Berita Terbaru