Jakarta Baranewssumut.com
Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruangan Komisi XIII, Nusantara II, DPR RI, dan dipimpin langsung oleh pimpinan Komisi XIII dengan menghadirkan jajaran pimpinan BPIP, Selasa 27 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat dengar pendapat ini turut dihadiri Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., beserta jajaran pejabat BPIP. Kehadiran kedua lembaga ini mencerminkan komitmen bersama antara DPR RI dan BPIP dalam memperkuat pembinaan ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Agenda utama RDP membahas Rencana Program Kerja dan Anggaran BPIP Tahun Anggaran 2026. Pembahasan difokuskan pada keselarasan program BPIP dengan agenda pembangunan nasional, serta efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara dalam rangka memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rapat tersebut juga disoroti tantangan penguatan ideologi Pancasila di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan era disrupsi digital. Kondisi ini dinilai berdampak pada sebagian generasi muda yang memiliki tingkat literasi teknologi tinggi, namun masih lemah dalam pemahaman ideologi, khususnya terkait nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.
Selain aspek anggaran, forum RDP menekankan peran strategis Pancasila sebagai ideologi bangsa yang harus terus diinternalisasi. Dr. Maruli Siahaan, SH., MH., dalam pandangannya menegaskan pentingnya sosialisasi Pancasila yang lebih masif, terstruktur, dan berkelanjutan agar nilai-nilai luhur Pancasila benar-benar dipahami dan dihayati, terutama oleh generasi muda.
Komisi XIII DPR RI juga mendorong BPIP untuk memperluas jangkauan program pembinaan ideologi melalui berbagai pendekatan inovatif. Di antaranya dengan memanfaatkan media digital, menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah daerah, sehingga pesan-pesan kebangsaan dapat tersampaikan secara efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sebagai Anggota DPR RI Komisi XIII dari daerah pemilihan Sumatera Utara I yang bermitra langsung dengan BPIP, Dr. Maruli Siahaan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kapabilitas para instruktur kepancasilaan. Ia menilai para instruktur harus lebih adaptif dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat yang heterogen, seperti yang terdapat di wilayah Sumatera Utara.
Rapat Dengar Pendapat ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan penganggaran Komisi XIII DPR RI. Melalui forum ini, DPR RI memastikan BPIP mampu menjalankan mandatnya secara optimal dalam menjaga, menguatkan, serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Harianto Siahaan)


































