Hujan Lebat Picu Banjir di Mandailing Natal, Puluhan Rumah dan Lahan Pertanian Terendam

BARANEWS SUMUT

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 04:59 WIB

501,340 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana terkait cuaca ekstrem yang terjadi dalam periode Sabtu (22/11) hingga Minggu (23/11), pukul 07.00 WIB di sejumlah wilayah Indonesia. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor utama yang memicu banjir, luapan sungai, hingga kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat angin kencang. Dari sejumlah kejadian yang dipantau, bencana banjir menjadi dominasi laporan.

Peristiwa pertama dilaporkan di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, pada Sabtu (22/11). Banjir terjadi akibat meluapnya anak Sungai Aek Dolok yang mengalir deras setelah hujan mengguyur sejak pagi hari. Luapan air kemudian menggenangi lahan pertanian dan permukiman warga di sejumlah desa di Kecamatan Hutabargot dan Muara Batang Gadis.

Desa yang terdampak antara lain Binaga, Sayurmaincat, Bangun Sejati, dan Mondan di Kecamatan Hutabargot, serta Desa Hutarimbaru di Kecamatan Muara Batang Gadis. Data sementara mencatat sebanyak 71 kepala keluarga terdampak. Banjir juga mengakibatkan 71 rumah, satu fasilitas pendidikan, dan sekitar enam hektare lahan persawahan tergenang air. Tim dari BPBD Kabupaten Mandailing Natal bersama unsur perangkat daerah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa guna penanganan awal di lokasi terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung sejak Jumat (21/11). Air mulai merendam Gampong Betung di Kecamatan Kota Bahagia pada Sabtu pagi (22/11). Sedikitnya 24 kepala keluarga terdampak, dengan luapan air mencapai ketinggian antara 40 hingga 60 sentimeter. Tidak ada laporan korban jiwa, namun aktivitas warga sempat terganggu. Penanganan awal dilakukan oleh BPBD Kabupaten Aceh Selatan bersama pemerintah gampong dan relawan setempat.

Di Pulau Sumatra bagian tengah, bencana cuaca ekstrem juga memberi dampak di wilayah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada Sabtu sore (22/11), pukul 18.00 WIB, hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang beberapa kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya. Tiga kelurahan yang dilaporkan terdampak yakni Rejosari, Industri Tenayan, dan Bambu Kuning. Sebanyak 13 rumah warga rusak, umumnya pada bagian atap. Dari jumlah tersebut, sembilan kepala keluarga mengungsi sementara waktu ke tempat aman.

BPBD Kota Pekanbaru bergerak cepat melakukan asesmen, menyalurkan bantuan logistik, dan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penanganan segera terhadap warga terdampak. Sejumlah titik yang rentan terhadap risiko angin kencang juga dipantau lebih ketat, guna mencegah peristiwa susulan.

Peristiwa serupa turut terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah. Di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan banjir genangan di Kelurahan Praya, Kecamatan Praya. Kejadian berlangsung pada Sabtu siang (22/11), sekitar pukul 14.30 WITA. Banjir merendam 29 unit rumah warga dan berdampak langsung terhadap 29 kepala keluarga. Hingga saat ini, sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing, namun tim BPBD Kabupaten Lombok Tengah telah disiagakan untuk melakukan evakuasi jika kondisi memburuk.

Pemantauan intensif terhadap tinggi muka air juga dilakukan di kawasan terdampak, sementara proses pendataan serta distribusi bantuan logistik mulai dilakukan bekerja sama dengan instansi daerah terkait.

Sejumlah langkah mitigasi telah diambil oleh pemerintah daerah di wilayah terdampak, termasuk pemantauan debit sungai, penyisiran kawasan rawan banjir, serta edukasi kepada warga untuk siaga menghadapi kemungkinan bencana susulan.

BNPB mengimbau masyarakat di seluruh wilayah, terutama yang berada di dataran rendah, sekitar bantaran sungai dan daerah dengan potensi angin kencang, untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah berharap masyarakat aktif memantau perkembangan cuaca dari lembaga resmi seperti BMKG serta mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah setempat guna menjaga keselamatan pribadi dan lingkungan.

Cuaca ekstrem diprakirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi anomali cuaca yang kian sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pusat data dan informasi BNPB akan terus memperbarui laporan seiring perkembangan di lapangan. (*)

Berita Terkait

Polda Sulsel Kerahkan Segala Sumber Daya dalam Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang di Wilayah Maros-Pangkep
BNPB Salurkan Bantuan Logistik ke Tiga Kabupaten Terdampak Bencana di Tapanuli
Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Empat Orang Tewas dan Ribuan Warga Terdampak
Bencana Hidrometeorologis Landa Sumut, Polri Terjunkan Pasukan dan Perkuat Evakuasi Warga
Longsor Tutup Jalinsum Sipirok–Tapanuli Utara, Akses Terputus Total
Polsek Pahae Jae Evakuasi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara
Polri Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumatera Utara
Polda Sumut Kerahkan Kekuatan Penuh Tangani Bencana di Enam Wilayah

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:55 WIB

Maruli Siahaan Hadiri Pembukaan Pos Pelayanan Chapel Kenangan Baru HKBP Distrik XXXI Medan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 19:46 WIB

Gawat Kali !!! Dibulan Suci Ramadhan Judi Togel Marak di Empat Kecamatan Simalungun Atas, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Perjudian Milik Aseng Kayu Dijalan Platina Raya Titipapan Belawan Bebas Beroperasi Saat Bulan Suci

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Lapas Narkotika Langkat Kukuhkan SatOps Patnal dan Sematkan Kenaikan Pangkat 18 Pegawai

Senin, 23 Februari 2026 - 17:22 WIB

Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H di Lapas Kelas I Medan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:05 WIB

Rutan Kelas I Medan Kukuhkan SatOps Patnal dan Agen Perubahan Menuju WBK, Sekaligus Lantik Pegawai Naik Pangkat

Senin, 23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pegawai Rutan Labuhan Deli Jadi Bilal Tarawih, Wujud Kontribusi Positif Di Tengah Masyarakat

Senin, 23 Februari 2026 - 16:58 WIB

Lapas Padangsidimpuan Gelar Program Pemberantasan Buta Huruf, Didampingi Peserta Magang Kemnaker

Berita Terbaru